BREAKING NEWS

Minggu, 27 Desember 2020

Pengging Dan Mangir

Kami adalah reinkarnasi dari para samin para badui dan pribumi yang tidur di pangkuan semesta. Terletak di Desa Sendangsari Kecamatan Pajangan Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta.


Pin Di Artist Baru

Namun keberadaan wilayah Mangir di Karanggayam Kebumen dahulu masuk dalam wilayah Panjer Gunung tidak bisa diabaikan meskipun sampai saat ini asal usul penyebutan Mangir di wilayah tersebut masih menjadi misteri.

Pengging dan mangir. Drama Mangir berawal dari keengganan Ki Ageng Mangir untuk tunduk kepada Panembahan Senopati. Aliansi Mangir-Giring dan Pengging konon salah satu aliansi kuat kala itu dimana satu berseteru wajib lainnya membantu. Kontroversi Lokasi Mangir Karang Loh dan Wadja Banyak acuan yang merujuk bahwa Mangir berada di Yogyakarta.

Selain itu ia juga sangat baik hati dan membuat rakyatnya makmur. Ditakuti oleh Panembahan Senopati berikut profil dari Ki Ageng Mangir. Dan disitus ini banyak kita temui beberapa saksi sejarah Ki ageng mangir yang begitu melegendan sebab ia tidak mau tunduk oleh kerajaan mataram ataupun pajang.

Kami bukan merah biru atau kuning. Sementara itu di tempat lain ada kerajaan yang tak kalah besar. Dan Ki Ageng Pengging pun mengikuti jejak ayahnya yang tak mau tunduk pada Demak.

Dan begitu keras kekukuhannya. Elit yang berkuasa dan umumnya mempunyai daerah pengaruh yang melampaui desanya. Raja bernama Prabu Damar Maya itu memiliki seorang kesatria sakti bernama Bondowoso.

Mengenang masa lalu mendapatkan informasi historis sekaligus melakukan rekreasi mistis. Babad Mangir mengisahkan tombak ini dimiliki oleh Ki Ageng Wanabaya penguasa mangir saat itu dipercaya sangat ampuh sehingga membuat gentar Panembahan Senopati. Kekecualian dalam hal ini adalah perlawanan Kyai Bocor dan Ki Ageng Mangir terhadap hegemoni Mataram14 Hasanuddin menurut historiografi tradisional dianggap.

Lokasi makam berada di wilayah Pengging Kamardikan Banyudono Boyolali. Ada rasa gembira ketika berkat pencarian yang dilakukan oleh Pak Jum maka saya bisa menemukan Makam Ki Ageng Pengging Sepuh Boyolali yang nama resminya Makam Sri Mangkurung Prabu Handayaningrat Hing Pamungkas atau Makam Ki Ageng Pengging Handayaningrat. Kami adalah minak jinggo trunojoyo pengging dan mangir.

Tak ada yang lebih menyedihkan dan mengharukan dari kisah Mangir pembayun seperti juga ketika saya bersimpuh di makam Pembayun di Kebayunan Tapos Depok Jawa Barat bersebelahan dengan makam anaknya Raden Bagus Wonoboyo dan makam Tumenggung Upashanta kadang sebagai trah Mangir aku merasa bahwa akhirnya mataram dan mangir bersatu mengusir penjajah Belanda di. Menapak Jejak Sang Leluhur Nusantara. Bahwa peninggalan Ki Ageng Mangir di Mangiran berupa lingga yoni candi dan sebagainya tidak serta merta menyatakan bahwa Ki Ageng Mangir masih Hindu setelah menjadi menantu Panembahan Senopati Sebab seperti kebanyakan keturunan Prabu Brawijaya Ki Ageng Mangir akhirnya masuk Islam hanya kenapa keislaman Mangir ini ditutup tutupi oleh cerita sejarah yang.

Dalam dimensi ikonografis keberadaan motif-motif tradisi seni hias pra-Islam Jawa Hindu Buddha dan China pada ornamen lawang bledheg Masjid Agung Demak merupakan pernyataan simbolis tentang toleransi terhadap pluralitas budaya masyarakat yang berkembang pada masa awal budaya Islam di Jawa Demak tulis Supatmo dosen Jurusan Seni Rupa Universitas Negeri Semarang. Bila Kiai Plered turut mengisahkan berdirinya tahta Pajang maka tombak Kiai Baru Klinthing juga menjadi simbol perebutan kekuasaan pada era Pengging. Konten ini diproduksi oleh Dukun Millenial.

Dalam kisahnya dipimpin oleh pemegang tombak pusaka Baru Klinting nan ngedap edapi Ki Ageng Mangir Wonoboyo daerah ini merupakan wilayah dengan beberapa kademangan yg memiliki pasukan kuat dibawah lindungan dan pelatihan. Mitos Kesaktian Ki Ageng Mangir. Bahkan melecehkan musyawarah ulama Waliyyul Amri yang telah menyatakan pemahaman Syekh Siti Jenar sebagai ajaran sesat.

Bedanya kerajaan yang disebut Pengging ini dipimpin oleh raja yang arogan dan selalu berusaha memperluas wilayah kekuasaannya. Situs Mangir yang berada di dusun Mangir lor kidul dan lor desa Sendangsari Pajangan Bantul. Rupanya para penguasa ini mengakui kekuasaan baik Cirebon maupun Mataram tanpa mengadakan banyak perlawanan.

Sampai kemudian terjadi peristiwa sejarah mengerikan di awal Kerajaan Mataram. Kerajaan Mangir adalah kerajaan kecil yang melepaskan diri dari pengaruh kerajaan Pajang 1568 1586 juga Mataram. Tak ada yang lebih menyedihkan dan mengharukan dari kisah Mangir Pembayun seperti juga ketika saya bersimpuh di makam Pembayun di Kebayunan Tapos Depok Jawa Barat bersebelahan dengan makam anaknya Raden Bagus Wonoboyo dan makam Tumenggung Upashanta kadang sebagai trah Mangir aku merasa bahwa akhirnya mataram dan mangir bersatu mengusir penjajah.

Ki Ageng Mangir Wanabaya III alias Ki Ageng Mangir IV yang terlanjur menikahi Retno Pembayun berkunjung ke mertuanya yakni Panembahan Senopati Raja Mataram kemudian terjadilah tragedi yang semua orang Yogya dan tlatah Mataram tahu namun saya tidak tega menuliskannya di sini. Kesaktian Ki Ageng Mangir nampaknya menjadi factor keengganan Senopati untuk melakukan konfrontasi secara langsung namun Senopati mengirim rombongan pertunjukan wayang kudalang disertai beberapa orang penabuh gamelan dan puteri raja yang menyamar. Mangir merupakan tanah perdikan bebas dari upeti atau pajak yang dipimpin oleh Ki Ageng Mangir dan keturunannya.

Kerajaan mataran yang dipimpin oleh panembahan senopati. Selama ratusan tahun desa ini dipimpin oleh Ki Ageng Mangir.


Membedah Ajaran Sabdo Palon Dan Brawijaya V Dalam Serat Darmogandul 9 Da Belajar Tahu Sign


Share this:

Posting Komentar

 
Copyright © 2014 Pengging.com. Template Designed by OddThemes - Videopiar