BREAKING NEWS

Selasa, 11 Mei 2021

Muncul Klaster Tilik di Boyolali



Pengging.com. Setelah adanya Klaster lamaran dan klaster Piknik,  Boyolali kembali memunculkan Klaster baru yakni Klaster Tilik. Klater tilik ini terjadi di RT 01 Dusun Garangan Wonosamudro. Gara gara Klaster ini akses jalan ke RT 01 Garangan ditutup sementara. Warga diminta untuk tidak saling kunjung dan menggantinya dengan cara daring atau online.

"Wilayah RT 01 sementara kita tutup. Tiap hari ada petugas yang menjaga termasuk memantau di lingkungan ini," kata Camat Wonosamodro, Joko Suseno, kepada para wartawan di kantornya, Selasa (11/5/2021).

Jalan masuk ke RT tersebut ditutup menggunakan palang yang berbahan bambu. Ada juga tulisan, 'Jalan Ditutup, Lock Down'.

Dari klaster tilik, Joko mengatakan ada 26 warga dari RT tersebut yang terkonfirmasi positif Corona. Dari jumlah tersebut tinggal 6 orang yang dinyatakan belum sembuh, sedangkan yang lain sudah selesai menjalani isolasi mandiri.

Kemudian 67 orang yang berkontak langsung dengan warga yang terkonfirmasi positif COVID-19 itu juga sudah dites swab. Saat ini pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

Untungnya, Joko memastikan kebutuhan logistik warga yang menjalani isolasi mandiri terpenuhi. Pihaknya bekerja sama dengan Dinas Sosial (Dinsos) Boyolali untuk memenuhi kebutuhan warganya.

"Untuk logistik kepada warga masyarakat saya kira sudah sangat cukup. Tiap ada warga masyarakat yang melaksanakan isolasi mandiri kami sesegera mungkin membuat surat dan meminta bantuan untuk jadup untuk disampaikan kepada warga," ujarnya.

Selain menutup jalan masuk ke RT tersebut, dua musala di lingkungan tersebut juga ditutup sementara. Kegiatan salat tarawih di musala untuk sementara dihentikan.

Joko mengatakan akses jalan tersebut bakal dibuka saat Lebaran besok. Kemudian warga yang menjalani isolasi mandiri bakal dipindahkan ke bangunan rumah di dekat Balai Desa Garangan

Meski akses jalan dibuka, pihaknya tetap mengimbau agar warga tidak saling berkunjung saat perayaan Idul Fitri 1442 Hijriah ini. Warga juga diminta tidak menggelar salad Id di musala maupun di lapangan.

"Kami mengimbau Lebaran nanti warga tidak usah saling berkunjung terlebih dahulu. Silaturahmi bisa melalui daring, saat ini kan teknologi sudah canggih dan jaringan internet juga sudah sampai desa. Untuk salad Id, juga diminta untuk dilaksanakan di rumahnya masing-masing saja," pesan Joko.

Terlebih saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan swab PCR bagi 67 warga. Pihaknya pun mengingatkan masyarakat untuk lebih disiplin mentaati protokol kesehatan, yaitu melaksanakan 5 M, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan dan membatasi mobilisasi.

Sumber: detik.com

Kamis, 29 April 2021

14 Titik Penyekatan Pemudik Masuk Jawa Tengah




Pengging.com. Seperti diketahui, pemerintah pusat resmi melarang masyarakat untuk melakukan mudik Lebaran 2021. Larangan itu tertuang dalam Surat Edaran Kepala Satgas Penanganan COVID-19 No. 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik pada Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah selama 6-17 Mei 2021.

Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya Pemprov Jawa Tengah mengeluarkan larangan Mudik tahun 2021. Larangan ini berlaku mengikuti aturan dari pusat yakni mulai tanggal 6 - 17 Mei 2021.

Berlakunya larangan Mudik tahun 2021 ditindaklanjuti dangan pengadaan 14 titik penyekatan untuk mencegah pemudik masuk Wilayah Jawa Tengah. Tindakan ini tentu akan dilakukan dengan kerjasama pihak terkait baik dinas Kesehatan maupun Aparat Keamanan. Adapun 14 titik penyekatan tersebut adalah:

-Perbatasan Jateng-Jabar: 

Tol Pejagan, Brebes Jalur Pantura: Pangkalan truk Kecipir, Brebes Jalur Selatan: Patimuan Jalur Selatan: Cilacap 

-Perbatasan Jateng-DIY 

Jalur Selatan: Bagelen, Purworejo Jalur Tengah: Salam, Magelang Jalur Selatan: Prambanan, Klaten

-Perbatasan Jateng-Jatim 

Tol Sragen Jalur Pantura: Sarang, Rembang Jalur Pantura: Cepu, Blora Cemorokandang, Karanganyar Nambangan, Wonogiri Sambungmacan, Sragen 

-Pos Polrestabes Semarang 

Tol Kalikangkung

Saat ini grafik kasus Covid memang sudah menurun. Namun hal ini jangan sampai membuat lengah. Apapun kegiatanmu tetap patuhi protokol kesehatan.

Minggu, 25 April 2021

Bebek Goreng Pak Pinggir


Sejak dahulu, Pengging masyhur dengan olahan bebek-nya. Banyak pilihan warung yang menjual bebek goreng, opor maupun bebek bakar. Salah satu yang terkenal adalah bebek goreng pak Pinggir yang saat ini berlokasi di samping alun alun Pengging









Gambar dari Google.com

Sate Kambing Pak Darso



Sate Kambing Pak Darso dikenal sebagai salah satu kuliner Favorit di Pengging. Berlokasi di Alamat: Jalan Raya Pengging, RT. 10 / RW. 2, Banyudono, Ngaliyan II, Ngadiyan II, Bendan, Kec. Banyudono, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah 57373. Mudah ditemukan karena dekat dengan kantor kecamatan Banyudono.

Jangan heran kalo anda datang di Warung Sate Pak Darso, banyak terparkir mobil pejabat maupun aparat kepolisian dan TNI. ya, Warung Sate Pak Darso memang menjadi langganan para pejabat baik pejabat Boyolali maupun dari luar daerah saat mereka berkunjung ke Boyolali.

Sate Pak Darso banyak mendapat nilai positif di review Google. Terakhir ada 991 ulasan jika anda buka Sate Pak Darso di pencarian Google.








Gambar dari Google.com


Jumat, 23 April 2021

Menara Jagung Raksasa


Pengging.com. Menara Jagung setinggi kurang lebih 15 meter dan diameter 3 meter ini tercatat sebagai menara jagung tertinggi di Museum  Rekor Indonesia (MURI). 

Saat pertama kali dibuat, menara Jagung ini memang benar benar dibuat dari ribuan jagung yang dirangkai sedemikian rupa sehingga membentuk menara jagung. 

Tidak sedikit yang kemudian menilainya sebagai langkah mubadzir. Bagaimana tidak? Ribuan jagung yang bisa menjadi bahan makanan bagi manusia maupun hewan, hanya dijadikan menara selama berminggu minggu kena panas dan hujan sampai berwarna kehitaman, rontok atau dimakan hewan liar.

Kalau tidak salah, ribuan jagung tersebut sudah mengalami pergantian jagung asli beberapa kali. 

Saat ini, menara jagung dibuat dari tembaga sehingga lebih awet dan tidak memerlukan pergantian untuk waktu yang cukup lama.

Sejak pertama kali didirikan, masyarakat banyak memanfaatkannya sebagai salah satu spot selfie Boyolali. Letaknya di selatan samsat Boyolali, di sekitar kompleks Kabupaten Boyolali. Lokasi yang tidak terlalu ramai membuat banyak warga yang menyempatkan berhenti dan berswafoto di sekitar menara jagung tersebut. 

Irung Petruk


Pengging.com. Konon nama irung Petruk bukan berasal dari adanya patung tokoh wayang berhidung panjang di kelokan itu. Tapi karena bila dilihat dari atas kelokan kelokan jalan Cepogo Selo tersebut membentuk gambar muka Petruk terlihat dari samping. Patung Petruk tersebut terletak pada bagian hidungnya. 

Bagaimanapun sejarah penamaannya, yang jelas lokasi tersebut memang strategis sebagai spot selfie dan foto. Pada saat hari libur, sisi jalan seringkali penuh oleh mobil atau motor yang parkir. Para pengendara turun dan bergantian mengambil gambar atau selfie disekitar patung petruk tersebut.

Dari patung Petruk tersebut kita bisa melihat puncak Merapi yang berjarak sekitar 7km. Sementara bila melihat ke arah timur, akan terlihat kepadatan kota Boyolali hingga Solo. Di ujung timur bahkan terlihat gunung Lawu. Saat cuaca cerah, irung Petruk bisa dibilang Instagrammable. 

Monumen Susu Tumpah


Pengging.com. Banyak pihak yang menyayangkan ketika tugu jam di persimpangan pasar Boyolali dirubuhkan. Bagaimanapun tugu jam sudah dianggap penanda populer dan banyak dilihat oleh pengunjung pasar Boyolali maupun pengguna jalan pada umumnya. "Pasar yang dekat tugu jam" adalah ungkapan jika orang ingin memastikan pasar Boyolali. 

Saat ini tugu jam sudah digantikan oleh monumen susu tumpah. Ya, monumen ini memang dibangun di lokasi yang sama dimana tugu jam dulu berdiri. 

Monumen Susu tumpah bisa jadi dimaksudkan untuk menekankan kembali gelar kota susu bagi Boyolali yang selama ini masyhur. 

Kemasyhuran sebagai kota susu memang agak meredup beberapa tahun belakangan. Kehadiran monumen susu tumpah setidaknya mengingatkan kembali kejayaan komunitas utama Boyolali di masa lalu sekaligus upaya untuk membangkitkan dan menggalakkan lagi peternakan dan produksi susu murni Boyolali.

Monumen ini dihiasi dengan hiasan lampu warna warni yang akan menyala saat sore dan malam. Nyala lampu kelap kelipnya akan mengesankan susu yang sedang mengalir dari botol dan meluap di gelas.

Karena berada di jalur ramai, tidak banyak masyarakat yang berfoto selfie di monumen ini. Kalaupun ada mereka akan memilih waktu saat lalu lintas sepi, dan atau saat moment jalan ditutup seperti saat Car Free Day. 

Simpang Siaga a.k.a Simpang Lima

 


Pengging.com. Simpang Siaga dapat dikatakan sebagai lokasi paling ikonik di Boyolali. Bagaimana tidak, ia terletak di jantung kota Boyolali dan merupakan pertemuan jalur jalan besar dari berbagai arah, yakni arah Solo, Semarang dan Magelang. 

Simpang Siaga yang juga biasa disebut dengan Simpang Lima juga merupakan spot selfie yang banyak diminati masyarakat lokal maupun dari luar daerah. 

Terdapat patung kereta kencana lengkap dengan 13 kuda dan Arjuna pengendaranya. Dibangun ditengah bunderan simpang Siaga dengan taman dan berbagai ornamen hiasannya. Lebih nampak unik dan cantiknya saat senja dan malam dengan hiasan lampu Penerangannya.

Simpang Siaga selalu ramai oleh masyarakat yang ingin mengabadikan moment  di sekitar Arjuna Wiwaha.

Simpang Siaga juga acapkali digunakan sebagai lokasi berbagai Moment besar seperti peringatan hari hari besar negara maupun moment rutin semacam Car Free Day. 

Kamis, 22 April 2021

Patung Jenderal Ahmad Yani Boyolali


 

 
Copyright © 2014 Pengging Handayaningrat. Template Designed by OddThemes - Videopiar